Datang lagi individu baru yang menyusup dalam hati, mungkin ia tersesat. Karena ada kyakinan akan ketidak sengajaan yang terjadi. Waktu dan keaadan pun seakan membantu sesosok manusia ini untuk tetap tinggal dalam hati, malah mungkin masuk semakin dalam. Awal nya memang kesombongan yang timbul, tersebut untuk tidak membutuhkan pengisi kekosongan hati. Tapi yang terjadi, manusia lembut itu senantiasa masuk semakin jauh ke dalam hati yang telah lama hampa, walau memang baru dikosong kan dalam jangka waktu yang sebentar. Tertawa saja anak ini dalam kebingungan dan ketidak sanggupan, ketidak sanggupan untuk menolak sang pendatang baru. Apakah malah terbilang lemah untuk sengaja membiarkan dia bergerak lebih dalam, hanya untuk melihat sejauh mana ia dapat menggali hati ini. Berkali-kali menelan ludah sendiri, berkata agar orang lain dapat melihat pintu hati lain yang terbuka ketika yang lain menutup.
Sekali lagi anak ini tertawa, bukan karena keadaan lucu yang memancing nya untuk tertawa, tapi lebih karena menertawai kebodohan dan kesombongan dri nya sendiri. Bagaimana ia merasa kuat dan benar dalam menghadapi dunia,, bagaimana ia merasa dewasa dalam menantang kesempatan yang ia dapatkan. Bodoh.. Ia tidak sadar akan orang-orang di sekitar dia yang sebenarnya punya Cinta.. sudah lama ia tidak mendengar kata cinta,, ia bilang manusia tidak mengerti cinta sehingga ia tidak melihat adanya cinta di dunia. Tapi ternyata yang sebenarnya mungkin terjadi adalah karena ia takut akan cinta, ia takut mendengar kata cinta, ia tidak mau mendengar kata cinta, ia takut ntuk mencinta, ia masih sangat lemah untuk bisa merasa dicintai karena ia belum dapat mencintai.. tidak sadar akan cinta yang sebenarnnya malah sedang menunggu, menunggu untuk sekali lagi didendangkan, menunggu untuk sekali lagi menyembuhkan luka kasar di hati yang alhasil adalah ulah diri sendiri.
Cinta telah datang, bukalah pintu untuknya. Juga untuk manusia lembut tersebut yang membawa cinta untuk ditukar dengan janji setia..
aaaassseeekkk..
